Temui Aku Di Alenia Terakhir



Entah kapan aku bisa menulis, jawaban ada padanya yang kini hanya tinggal cerita dalam perjalanan hidupku, walaupun hanya tinggal cerita namun indah itu tak akan pernah pergi dalam hidupku karena dia yang pernah membuat diri ini indah. Saat ini mungkin dia telah berbahagia bersama pilihan hatinya untuk mengarungi bahtera rumah tangga. Bukan aku menulis tentang dia ini gar dia kembali padaku, itu bukan alasanku yang ingin aku tulis karena aku ingin dunia tahu bahwa kau ingin berterima kasih atas cinta yang pernah dia berikan padaku waktu itu.

Banyak hal yang aku dapatkan, bukan Cuma cinta namun artii hidup aku dapatkan darinya, nah itulah kau ingin tuliskan certia ini untuknya, Tak perlu dia yang membaca tulisan ini karena aku tahu pasti ada yang marah jika kau bersedih. Aku buka diary sekolahku waktu itu, maka tulisan terakhir itu aku tulis tentang dia, bukan sekedar iseng-iseng saja kau menulis waktu itu namun aku menulis tentang dia waktu itu karena aku memang menyukai dia, jadi pas waktu kau baca tulisanku, maka kau temui namamu pada tulisanku yang terkahir yang segaja aku tulis bahwa untuk terkahir kalinya kau ada dalam hidupku setelah itu aku tak pernah lagi bisa bertemu denganmu hingga saat ini.

Jadi hari tidak salahnya aku menulis kenagan ini dalam sebuah tulisan blogku ini, Buku diaryku entah kenama perginya yang aku cari tak ketemu-ketemu keberadaannya, maka tulisan inilah memwakili diary yang hilang tersebut, mungkin sudah hambar akan ceita ini karena mengingat apa yang aku ingat tentang tulisan itu namun dalam hati masih ada kenagan indah bersamamu itu, jadi tak kesulitan untuk aku kembangkan dalam bentuk tulisan ini.

Masih ingat tulisan tanganmu pada buku itu, kau tuliskan lagu yang kau suka dengan indah, pada saat terakhir aku bertemu denganmu, kau tak pernah bilang akan pergi untuk selamanya dariku, namun setelah tulisan itu ada aku tak pernah tahu kapan kau menuliskannya pada buku diaryku itu, Yang jelas setelah aku membukanya tulisanmu telah ada di alenia terkahir buku diaryku. Aku sangt sedih jika harus menbacanya karena pada saat itulah mungkin aku bisa ktakan jangan pergi dariku namun aku tak memahami maksudmu lalu kau menghilang dan mendapatkankabar bahwa kau telah dimiliki.
Betapa sedih aku waktu itu, namun dengan tulisan itu aku cukup paham dan mengerti bahwa kehadiranmu hanyalah berbentuk tulisan indah yang kau berikan padaku, Namun aku tak pernah merasa marah dan kesal akan keputusanmu itu karena aku tahu kau berhak untuk hidup bahagia dan memilih siapa yang berhak untuk jadi pendampingmu. 

Disini aku hanya bisa mengirimkan doa untukmu, semoga hidupmu selalu bahagia sampai akhir waktu dan aku akan mencari dia yang setia mendampingiku hingga ajal menjemput, Amin

Facebook Comment